๐ Bahagia Tanpa ‘Dia’ ?!
(Bag 1)
Nggak ada yang kekal di dunia ini.
๐น Ada bahagia, ada duka
๐น Ada suka ria, ada bencana
๐น Ada cinta, ada juga luka
๐ฟ Kehidupan ini selalu berotasi dalam perjalanannya menuju titik mati. Terkadang di bawah, terkadang di atas, nggak ada yang bisa menghindari; kaya, miskin, tua, muda, rakyat jelata atau manusia bertahta. Terus berubah-ubah ๐ฟ
๐ Nah, masalahnya tinggal apakah putaran nasib itu membuat kita putus asa dan mandeg. Membuat kita merasa sendiri dan berbeda nasib dengan kebanyakan orang. Sehingga kita ragu untuk terus maju melangkah, padahal sudah jelas kemana harusnya kaki kita melangkah ๐
ุฅَِّู ุงْูุฅِْูุณَุงَู ุฎَُِูู َُูููุนًุง (ูกูฉ) ุฅِุฐَุง ู
َุณَُّู ุงูุดَّุฑُّ ุฌَุฒُูุนًุง (ูขู ) َูุฅِุฐَุง ู
َุณَُّู ุงْูุฎَْูุฑُ ู
َُููุนًุง (ูขูก)
๐“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir”๐
๐ (Q.S. Al-Ma’arij: 19-21)
⏰ Yang Berlalu,Biarlah Berlalu ⏰
๐ผ Jelas berbeda dengan kondisi orang-orang yang tercerahkan.
Yang selalu belajar dari sekolah kehidupan.
๐ Baginya, kebahagiaan yang ia lewati adalah sebuah karunia dari Yang Maha Kuasa yang layak disyukuri.
Sehingga harta, cinta dan suka tidak membuatnya keblinger, terbang dan lupa diri tenggelam dalam nikmat dunia.
Sebaliknya,musibah,bencana dan patah hati, baginya adalah sebuah pelajaran ekstra untuk mendidik karakter diri dan menumbuhkan sebuah mindset hidup :
๐บ Bahwa dimana ada bahagia di sana akan ada duka.
๐บ Dimana ada cinta di sana akan ada luka.
✨ Kesengsaraan adalah pelajaran baginya untuk bersabar dan menyadari bahwa dunia ini tidaklah kekal ✨
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Tidak ada kebahagiaan yang abadi ataupun kesengsaraan tanpa henti, selama dia masih di dunia ini.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐“Tak ada seorang pun kecuali pasti bahagia dan berduka. Hanya saja, jadikanlah bahagiamu menjadi syukurmu dan dukamu menjadi kesabaranmu!”๐
๐ (‘Ikrimah , tafsir Al-Baghawi Q.S. Al-Hadid:23)
Sejatinya, semua itu adalah jenjang pendidikan dalam hidup manusia yang menuntunnya untuk menjadi seorang mukmin kamil, seorang mukmin yang sempurna. Yang memandang segala hal dan peristiwa bukan dari satu sisi saja.
ุนَุฌَุจًุง ูุฃَู
ْุฑِ ุงْูู
ُุคْู
ِِู ุฅَِّู ุฃَู
ْุฑَُู َُُّููู ุฎَْูุฑٌ ََْูููุณَ ุฐَุงَู ูุฃَุญَุฏٍ ุฅِูุงَّ ِْููู
ُุคْู
ِِู ุฅِْู ุฃَุตَุงุจَุชُْู ุณَุฑَّุงุกُ ุดََูุฑَ ََููุงَู ุฎَْูุฑًุง َُูู َูุฅِْู ุฃَุตَุงุจَุชُْู ุถَุฑَّุงุกُ ุตَุจَุฑَ ََููุงَู ุฎَْูุฑًุง َُูู
๐“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik dan hal itu tak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar dan demikian itu lebih baik baginya.”๐
๐ (HR.Muslim)
Title : BAHAGIA TANPA DIA ( BAGIAN 1)
Description : ๐ Bahagia Tanpa ‘Dia’ ?! (Bag 1) Nggak ada yang kekal di dunia ini. ๐น Ada bahagia, ada duka ๐น Ada suka ria, ada bencana ๐น Ada cin...