๐ด๐ด๐ด *Buah Kelapa Pun Ikut Menyapa*
Oleh: Ustadz Lucky Juniardi Abu Tholhah eL-Ma'murie _hafidzohulloh_
Sering kita melihat buah kelapa, pernahkah terbetik sekilas di benak kita, kira-kira apa yang bisa kita ambil pelajarannya dari buah kelapa tersebut?
Coba kita perhatikan buah kelapa di pohonnya, disana ada bunganya yang dikelilingi oleh kumbang-kumbang, ada yang sudah berbentuk buah yang masih kecil-kecil, ada buahnya yang sebesar genggaman tangan, ada yang sudah besar yang enak dimakan isi dan airnya yang disebut buah kelapa muda, dan ada pula yang sudah berubah warna menjadi warna cokelat yang di sebut buah kelapa tua.
Yang kita ketahui bahwa buah tersebut akan jatuh tatkala sudah menjadi buah kelapa tua, bukankah begitu?
Ya, itu yang nampak bagi kita, coba perhatikan di pinggir-pinggir pohonnya, kita akan menjumpai bunga-bunga yang berjatuhan, buahnya yang masih kecil juga ada yang jatuh, yang baru menjadi buah kelapa muda pun ada yang ikut-ikutan jatuh. Sehingga kita lihat antara satu dahan dengan dahan yang lainnya buahnya berbeda-beda, iya kan?
Itu menandakan bahwa buah kelapa yang jatuh tidak hanya tatkala ia sudah menjadi buah kelapa tua, akan tetapi ketika baru berbentuk bunga pun ia bisa saja jatuh.
Ternyata buah kelapa telah menyapa kita tentang kiamat sughro (kematian), bukankah setiap makhluk yang hidup pasti akan didatangi oleh kematian.
ُُّูู َْููุณٍ ุฐَุงุฆَِูุฉُ ุงْูู
َْูุชِ
*_“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati”_* [Ali Imron: 185].
Bukankah sering kita menyaksikan anak muda yang meninggal dunia, dan bukankah kita sering mensholati jenazah bayi dan balita?
Itulah kematian, dia tidak mengenal tua atau muda, tidak mengenal siapa teman atau lawan, tidak mengenal pangkat dan jabatan, tidak mengenal kaya atau miskin, mau tidak mau, kematian pasti akan datang. Bahkan tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui dimana nyawanya akan dicabut.
َูู
َุง ุชَุฏْุฑِู َْููุณٌ ุจِุฃَِّู ุฃَุฑْุถٍ ุชَู
ُูุชُ
*_“Dan tidak ada satupun yang tahu di bumi mana ia akan meninggal dunia”_* [Lukman: 34].
Tentunya orang yang bijak, ia tidak akan mencari jawaban kapan dan dimana ia akan ditemui oleh Malaikat maut, akan tetapi yang ia perlukan adalah menyiapkan bekal untuk menghadapi hari-hari yang tidak berguna lagi harta benda dan sanak keluarga.
Diantara bekal yang harus disiapkan adalah:
1) *Taqwa*
َูุชَุฒََّูุฏُูุง َูุฅَِّู ุฎَْูุฑَ ุงูุฒَّุงุฏِ ุงูุชََّْููู
*_“Dan berbekallah karena sebaik-baik bekal adalah taqwa”_* [Al-Baqarah: 197].
2) *Amal Sholeh*
ุฅِุฐَุง ู
َุงุชَ ุงูุฅِْูุณَุงُู ุงَْููุทَุนَ ุนَُْูู ุนَู
َُُูู ุฅِูุงَّ ู
ِْู ุซَูุงَุซَุฉٍ ุฅِูุงَّ ู
ِْู ุตَุฏََูุฉٍ ุฌَุงุฑَِูุฉٍ ุฃَْู ุนِْูู
ٍ ُْููุชََูุนُ ุจِِู ุฃَْู ََููุฏٍ ุตَุงِูุญٍ َูุฏْุนُู َُูู
*_“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya, kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya dan anak yang sholeh yang mendo'akan orang tuanya”_* [HR. Muslim: 1631].
Oleh sebab itu, selagi waktu dan usia kita masih tersisa, gunakanlah kesempatan ini untuk menyemai benih-benih pahala sebanyak mungkin yang nantinya bisa kita panen di akhirat nanti, sebelum semua itu menjadi penyesalan seperti yang di sesalkan oleh orang-orang kafir.
ุญَุชَّู ุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَุญَุฏَُูู
ُ ุงْูู
َْูุชُ َูุงَู ุฑَุจِّ ุงุฑْุฌِุนُِูู
َูุนَِّูู ุฃَุนْู
َُู ุตَุงِูุญًุง ِููู
َุง ุชَุฑَْูุชُ ََّููุง ุฅََِّููุง َِููู
َุฉٌ َُูู َูุงุฆَُِููุง
*“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: _“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebaikan yang telah aku tinggalkan”_. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja."_* [Al-Mu'minun: 99-100].
Ingatlah senantiasa sabda Rasulullah _shallallahu 'alaihi wasallam_:
ุงุบْุชَِูู
ْ ุฎَู
ْุณًุง َูุจَْู ุฎَู
ْุณٍ: ุดَุจَุงุจََู َูุจَْู َูุฑَู
َِู, َูุตِุญَّุชََู َูุจَْู ุณََูู
َِู, َูุบَِูุงَู َูุจَْู َْููุฑَِู, ََููุฑَุงุบََู َูุจَْู ุดُุบَِْูู, َูุญََูุงุชََู َูุจَْู ู
َْูุชِู
*_“Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara; Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa kayamu sebelum tiba masa miskinmu, waktu luangmu sebelum tiba waktu sempitmu, dan masa hidupmu sebelum tiba masa matimu”_* [HR. Hakim: 7846].
_Semoga kita semua tidak tergolong ke dalam orang-orang yang merugi dan semoga Allah menutup kehidupan kita dengan husnul khotimah, Aamiin_.
_~ Wallahu a'lam ~_
Sumber: CHANNEL MEDIA DA'WAH AL-FURQON
***