*TUNTUNAN SHOLAT KUSUFAIN*
_(bagian 3)_
*D. Waktu ⏰ Salat Kusufain*
_๐ผSalat kusufain dilaksanakan pada saat terjadinya gerhana, berdasarkan beberapa hadis antara lain,_
ุนَِู ุงْูู
ُุบِูุฑَุฉِ ุจِู ุดُุนْุจَุฉَ ูุงู ุงَْููุณََูุชْ ุงูุดَّู
ْุณُ ููู
ู
َุงุชَ ุฅِุจْุฑَุงِููู
ُ ููุงู ุงููุงุณ ุงَْููุณََูุชْ ِูู
َْูุชِ ุฅุจุฑุงููู
ููุงู ุฑุณูู ุงَِّููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฅَِّู ุงูุดَّู
ْุณَ َูุงَْููู
َุฑَ ุขَูุชَุงِู ู
ู ุขَูุงุชِ ุงَِّููู ูุงَ ََْูููุณَِูุงِู ِูู
َْูุชِ ุฃَุญَุฏٍ ููุง ِูุญََูุงุชِِู ูุฅุฐุง ุฑَุฃَْูุชُู
ُُููู
َุง َูุงุฏْุนُูุง ุงََّููู َูุตَُّููุง ุญุชู َْููุฌََِูู [ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู]
_Artinya: Dari al-Mughirah Ibn Syu‘bah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Terjadi gerhana matahari pada hari meninggalnya Ibrahim. Lalu ada orang yang mengatakan terjadinya gerhana itu karena meninggalnya Ibrahim. Maka Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah dan kerjakan salat sampai matahari itu terang (selesai gerhana) [HR al-Bukhari]._
```๐Dalam hadis ini digunakan kata idza (ุฅุฐุง) yang merupakan zharf zaman (keterangan waktu), sehingga arti pernyataan hadis itu adalah: Bersegeralah mengerjakan salat pada waktu kamu melihat gerhana yang merupakan tanda kebesaran Allah itu. Yang dimaksud dengan gerhana di sini adalah gerhana total (al-kusf al-kulli), gerhana sebagian (al-kusuf al-juz‘i) dan gerhana cincin (al-kusuf al-halqi) berdasarkan keumuman kata gerhana (kusuf).```
*๐ฟIbn Qudamah menegaskan, Waktu salat gerhana itu adalah sejak mulai kusuf hingga berakhirnya. Jika waktu itu terlewatkan, maka tidak ada kada (qadha) karena diriwayatkan dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, Apabila kamu melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah dan kerjakan salat sampai matahari itu terang (selesai gerhana).*
_๐ปJadi Nabi saw menjadikan berakhirnya gerhana sebagai akhir waktu salat gerhana ... ... ... Apabila gerhana berakhir ketika salat masih berlangsung, maka salatnya diselesaikan dengan dipersingkat ... ... ... Jika matahari terbenam dalam keadaan gerhana, maka berakhirlah waktu salat gerhana dengan terbenamnya matahari, demikian pula apabila matahari terbit saat gerhana bulan (di waktu pagi) [Al-Mughni, II: 145]._
*✅Imam ar-Rafi‘i menegaskan, Sabda Nabi saw Apabila kamu melihat gerhana, maka salatlah sampai matahari terang (selesai gerhana) menunjukkan arti bahwa salat tidak dilakukan sesudah selesainya gerhana. Yang dimaksud dengan selesainya gerhana adalah berakhirnya gerhana secara keseluruhan. Apabila matahari terang sebagian (baru sebagian piringan matahari yang keluar dari gerhana), maka hal itu tidak ada pengaruhnya dalam syarak (maksudnya waktu salat gerhana belum berakhir) dan seseorang (yang belum melaksanakan salat gerhana) dapat melakukannya, sama halnya dengan gerhana hanya sebagian saja (V: 340).*
๐Imam an-Nawawi (w. 676/1277) menyatakan, _“Waktu salat gerhana berakhir dengan lepasnya seluruh piringan matahari dari gerhana. Jika baru sebagian yang lepas dari gerhana, maka (orang yang belum melakukan salat gerhana) dapat mengerjakan salat untuk gerhana yang tersisa seperti kalau gerhana hanya sebagian saja [Raudlat at-Thalibin, II: 86]._
*E. Orang Yang Melakukan Salat Kusufain*
*☝Dari penegasan pada sub D di atas, maka dapat difahami bahwa salat kusufain dilakukan oleh orang yang berada pada kawasan yang mengalami gerhana. Sedangkan orang di kawasan yang tidak mengalami gerhana tidak melakukan salat kusufain. Dasarnya adalah hadis yang disebutkan terakhir [huruf D] di atas yang mengandung kata ra’aitum (‘kamu melihat’), yaitu mengalami gerhana secara langsung, serta kenyataan bahwa Rasulullah saw melaksanakan salat gerhana ketika mengalaminya secara langsung. Hal ini sesuai pula dengan interpretasi para fukaha bahwa apabila gerhana berakhir, berakhir pula waktu salat gerhana, dan apabila matahari tenggelam dalam keadaan gerhana juga berakhir waktu salat gerhana matahari. Tenggelamnya matahari jelas terkait dengan lokasi atau kawasan tertentu sehingga orang yang tidak lagi mengalami gerhana karena matahari telah tenggelam di balik ufuk, tidak melakukan salat gerhana. Begitu pula pula apabila gerhana bulan terjadi di waktu pagi menjelang terbitnya matahari, maka waktu salat gerhana bulan berakhir dengan terbitnya matahari.*
```๐Ibn Taimiyyah (w. 728/1328) menegaskan,
ูุฅู ุตَูุงَุฉَ ุงُْููุณُِْูู َูุงْูุฎُุณُِْูู ูุงَ ุชُุตََّูู ุฅِูุงَّ ุฅِุฐَุง ุดَุงَูุฏْูุงَ ุฐََِูู [ู
ุฌู
ูุน ุงููุชุงูู ، 24: 258] .
Artinya: Sesungguhnya salat gerhana matahari dan gerhana Bulan tidak dilaksanakan kecuali apabila kita menyaksikan gerhana itu [Majmu‘ al-Fatawa, 24: 258].```
*✅Perempuan juga ikut melaksanakan salat kusufain karena keumuman perintah melaksanakan salat gerhana dalam yang dikutip di atas.*
๐๐๐๐
Selesai
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
_✒️Sumber : Disunting dari Fatwa Majelis Tarjih_
═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
ูุงููู ุงุนูู
ุจุงูุตูุงุจ
ุงูุญู
ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู
ูู
—-------------------------------
๐๐๐๐๐๐
*๐ฃ
Title : TUNTUNAN SHOLAT KUSUFAIN _(bagian 3)_
Description : *TUNTUNAN SHOLAT KUSUFAIN* _(bagian 3)_ *D. Waktu ⏰ Salat Kusufain* _๐ผSalat kusufain dilaksanakan pada saat terjadinya gerhana, berda...