*Puisi Al Marhum Prof HAMKA*
*"T E R L E N A”* :
1. *Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena*
2. *Belum sempat berdzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi*
3. *Niat pukul 9.00 pagi hendak Sholat Dhuha, tiba-tiba adzan Dhuhur sudah terdengar..*
4. *Teringin setiap pagi membaca 1 juz Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan*
5. *Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan Tahajjud dan Witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan*
6. *Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia ?*
7. *Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan "Tok Wan, Atok...Nek" menandakan kita sudah tua*
8. *Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat....*
9. *Astaghfirullah, ternyata tidak seberapa sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tidak pernah ada, silaturrohim tidak pernah buat.*
10. *Justeru, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah daripada tubuh ketika Sakaratul Maut ?*
11. *Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku.*
12. *Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ?*
13. *Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita BERSEDIA untuk mati ?*
14. *Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena.*_
*Buya Hamka.*
*(Pujangga Nusantara)*
Title : TERLENA
Description : *Puisi Al Marhum Prof HAMKA* *"T E R L E N A”* : 1. *Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena* 2. *Belum sempat berd...