*๐Setiap Ibadah adalah Doa*
Para ulama menjelaskan bahwa doa terbagi menjadi dua; ada yang disebut sebagai *'doa ibadah' dan ada yang disebut dengan doa mas'alah.*
Pada hakikatnya setiap ibadah adalah doa. Oleh sebab itu seringkali disebutkan di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah penggunaan kata doa untuk mewakili segala macam bentuk ibadah.
1⃣Diantaranya firman Allah (yang artinya), *“Katakanlah; Tidak akan peduli kepada kalian Rabbku kalau lah bukan karena doa kalian.”* (al-Furqan : 77). Yang dimaksud 'doa' di sini adalah ibadah.
2⃣Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian berdoa bersama dengan Allah siapa pun juga.” (al-Jin : 19). Yang dimaksud dari ucapan 'janganlah kalian berdoa' adalah 'janganlah kalian beribadah...'
3⃣Allah berfirman (yang artinya), “Barangsiapa berdoa bersama dengan Allah suatu sesembahan yang lain yang jelas-jelas tidak ada bukti baginya untuk itu maka sesungguhnya hisabnya adalah di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidaklah beruntung.” (al-Mu'minun : 117)
4⃣Allah juga berfirman (yang artinya), “Dan Rabb kalian mengatakan; Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan permintaan kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (Ghafir : 60)
Oleh sebab itu setiap bentuk ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah disebut sebagai doa. Termasuk di dalamnya yang berbentuk sembelihan dan nadzar serta segala amalan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka itu semua adalah doa. Karena setiap bentuk ibadah yang dilakukan pastilah mengandung harapan dan permintaan agar ibadah itu diterima dan diberi pahala.
*๐Adapun doa mas'alah*
ialah memohon kepada Allah untuk mendatangkan kebaikan atau menyingkirkan keburukan dan bahaya. Doa mas'alah ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling khusus. Tidak boleh menujukan doa kepada selain Allah sebagaimana tidak boleh menujukan ibadah kepada selain-Nya. Sesungguhnya doa adalah intisari dari ibadah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Doa itulah ibadah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah). Hadits ini disahihkan oleh para ulama ahli hadits diantaranya at-Tirmidzi, al-Hakim, adz-Dzahabi, an-Nawawi, Ibnu Hajar, as-Sakhawi, dan al-Albani.
Imam Ibnul 'Arabi al-Maliki rahimahullah (wafat 543 H) mengatakan, “Doa secara bahasa dan hakikat maknanya adalah tuntutan.” Muhammad bin 'Ali asy-Syaukani rahimahullah (wafat 1250 H) mengatakan, *“Makna doa secara hakikat dan syari'at adalah tuntutan/permintaan.”*
Adapun istilah 'ibadah' maka ia mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah berupa ucapan dan perbuatan. Salah satu bentuk ibadah itu adalah doa mas'alah/permohonan. Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa istilah 'doa ibadah' itu sama saja dengan 'ibadah'.
Referensi :
*๐Transkrip ceramah Syaikh Shalih bin Sa'ad as-Suhaimi hafizhahullah yang berjudul ad-Du'aa' (hal. 3) yang disusun oleh Abu Sulaiman al-Amriki hafizhahullah.
- ad-Du'aa' wa Manzilatuhu minal 'Aqidah al-Islamiyah (1/27, 58, 66) karya Abu Abdirrahman Jailan al-'Arusi hafizhahullah. Penerbit : Maktabah ar-Rusyd, Riyadh. Cet I, 1417 H.
Title : SETIAP IBADAH ADALAH DOA
Description : *๐Setiap Ibadah adalah Doa* Para ulama menjelaskan bahwa doa terbagi menjadi dua; ada yang disebut sebagai *'doa ibadah' dan ada ...